MERANGIN – Pekerjaan pembuatan drainase di Kelurahan Pasar Bangko, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, dengan anggaran mencapai Rp72.940.000, kini menjadi sorotan tajam warga. Proyek yang bersumber dari dana tahun anggaran 2025 tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai spesifikasi teknis dan terkesan asal-asalan.
Berdasarkan hasil investigasi media di lapangan pada 5 Februari 2026, drainase yang berlokasi di RT 012 Kelurahan Pasar Bangko tampak jauh dari kata rapi dan berkualitas.
Pemasangan batu terlihat tidak beraturan, hanya ditempel seadanya tanpa pola konstruksi yang kuat. Bahkan yang lebih mencolok, bagian dasar drainase diduga tidak dicor atau disemen sebagaimana mestinya.
Akibatnya, aliran air langsung menggerus tanah dasar, sehingga struktur drainase berpotensi mudah runtuh dan tidak bertahan lama.
Salah seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan tersebut.
“Iya Bang, itu pemasangan batunya asal-asal aja, tidak teratur. Dasarnya pun tidak dicor, airnya langsung mengalir di tanah. Masa anggaran begitu besar, tapi pekerjaannya amburadul seperti itu,” ujar warga kepada media ini.
Warga lain juga menyebut proyek tersebut dikerjakan pada penghujung tahun 2025, dengan kesan terburu-buru seolah hanya mengejar target serapan anggaran.
“Setahu saya itu dikerjakan akhir tahun 2025 Bang, buru-buru macam dikejar target Desember. Yang mengerjakan format dari Margo Tabir, CV Masyarakat Merangin Mandiri punya Aris,” ungkap warga lainnya.
Tak hanya soal kualitas fisik, warga juga menyoroti pihak pelaksana yang dinilai kerap menuai keluhan di berbagai lokasi.
Beberapa warga menyebut, pekerjaan yang dikerjakan oleh kelompok atau rekanan tersebut sejak 2024 hingga 2025 sering meninggalkan hasil yang tidak memuaskan, baik di wilayah Tabir maupun Bangko.
Namun anehnya, pihak pelaksana ini masih terus mendapat proyek di tingkat kelurahan, seolah tidak ada rekanan lain yang lebih kompeten.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.Warga bahkan mendesak agar pihak kelurahan segera bersikap tegas dan tidak terkesan tutup mata.
Masyarakat meminta pihak Kelurahan Pasar Bangko dan instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan serta audit kualitas pekerjaan.
Jika benar ditemukan ketidaksesuaian spesifikasi, maka proyek ini dikhawatirkan hanya menjadi pemborosan uang negara.
Warga juga meminta agar pemerintah tidak terus-menerus memakai pelaksana yang hasil kerjanya dipertanyakan.
“Kalau pekerjaan asal jadi tapi tetap dipakai terus, masyarakat wajar curiga ada permainan,” ujar warga dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun pihak kelurahan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengerjaan drainase yang dinilai amburadul tersebut. (Iwan)







