MERANGIN, Gerbangindonesia.net — Melintasnya satu unit alat berat jenis excavator merek Hitachi yang diangkut menggunakan trado di depan Mapolsek Muara Siau, Kabupaten Merangin, pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 12.00 WIB, menjadi sorotan. Alat berat tersebut dilaporkan menuju wilayah Kecamatan Jangkat dan diduga akan digunakan untuk aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI).
Berdasarkan informasi yang dihimpun media di lapangan, seorang sumber berinisial KRN menyebutkan bahwa dirinya mengawal alat berat tersebut untuk keperluan pembuatan jalan di wilayah Kecamatan Jangkat.
Namun, keberadaan excavator tersebut memunculkan pertanyaan terkait peruntukan dan legalitas penggunaannya. Dugaan bahwa alat berat itu akan digunakan untuk aktivitas PETI perlu ditelusuri lebih lanjut oleh instansi berwenang guna memastikan kebenaran informasi tersebut.
Melintasnya alat berat tersebut di depan Mapolsek Muara Siau juga menimbulkan pertanyaan publik mengenai pengawasan dan langkah yang dilakukan aparat penegak hukum (APH), khususnya terkait upaya pencegahan aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah Kabupaten Merangin.
Masyarakat berharap aparat tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menindaklanjuti setiap informasi yang mengarah pada dugaan aktivitas pertambangan ilegal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Sehubungan dengan hal tersebut, Kapolres Merangin dan Kapolda Jambi diharapkan dapat melakukan penelusuran terhadap tujuan pengangkutan alat berat tersebut, memeriksa kelengkapan dokumen serta peruntukannya, dan memastikan apakah terdapat indikasi keterkaitan dengan aktivitas PETI di wilayah Kecamatan Jangkat.
Apabila ditemukan pelanggaran hukum, masyarakat berharap penindakan dilakukan secara tegas, profesional, dan transparan tanpa pandang bulu.
Hingga berita ini disusun, dugaan peruntukan excavator tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut. Klarifikasi dari pihak terkait, termasuk Polsek Muara Siau dan pihak yang mengawal alat berat, diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada publik berimbang dan dapat dipertanggungjawabkan.(Irwanto)







