MERANGIN – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin, Jambi, masih menjadi sorotan publik. Selain aktivitas penambangan, dugaan adanya penampungan dan transaksi jual beli emas hasil tambang ilegal juga disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang membuat praktik PETI terus berlangsung.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini dari masyarakat, sebuah rumah bedeng berwarna biru yang berada di RT 01, Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, diduga kerap dijadikan lokasi transaksi jual beli emas yang diduga berasal dari aktivitas PETI.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku lokasi tersebut hampir setiap hari didatangi oleh para pelaku tambang.
“Ya bang, itu ada rumah bedeng warna biru di RT 01 yang dihuni Aria. Hampir tiap hari ramai orang-orang tambang datang jual emas. Katanya itu tempat penampung dan pembeli emas hasil PETI di Mentawak dan sekitarnya,” ujar sumber kepada media ini.
Menurut warga, keberadaan pihak-pihak yang diduga menjadi penampung emas hasil tambang ilegal menjadi salah satu penyebab aktivitas PETI tetap bertahan.
“Kalau tidak ada pembeli, tambang ilegal pasti berhenti. Tapi karena masih ada penampung, PETI terus berjalan,” tambahnya.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum tidak hanya menindak para pelaku tambang di lapangan, tetapi juga mengusut pihak-pihak yang diduga berperan sebagai penampung maupun pembeli emas hasil tambang ilegal apabila ditemukan bukti yang cukup sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Aria membantah jika dirinya menjadi satu-satunya pihak yang diberitakan. Dalam pesannya, Aria menyampaikan:
“Dak adel namonyo tu. Kalo cuman aku be yang dinaikin beritanyo. Di Mentawak ni 4 orang yang beli. Mentawak 2 duo orang, Mentawak 1 dua orang. Naikinlah semuonyo biak adil. Apo disuap samo antaro 3 orang tu mako yang lain dak dinaikin?”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Aria mempertanyakan mengapa hanya dirinya yang disebut, serta mengklaim masih ada beberapa pihak lain yang juga melakukan aktivitas serupa di wilayah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih membuka ruang konfirmasi kepada pihak-pihak lain yang disebut maupun kepada aparat penegak hukum terkait untuk memperoleh informasi yang berimbang dan lengkap. (Ady Lubis).






