Lampung Utara, – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menunjukkan komitmen kuat terhadap program ketahanan pangan nasional dengan menghadiri dan mendukung kegiatan Penanaman Jagung Serentak yang dilaksanakan di Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, pada Selasa (6/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan produksi jagung sebagai komoditas pangan utama nasional.Rabu 6 Agustus 2025.
Kegiatan penanaman dilakukan di atas lahan milik dan dikelola oleh pondok pesantren setempat, menggambarkan sinergi yang solid antara Pemerintah Daerah, Forkopimda, Perum Bulog, Perhutani, TNI AU, serta masyarakat lokal. Kegiatan ini juga selaras dengan kebijakan nasional sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Swasembada Pangan dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 yang menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan.
Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara menekankan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat, terlebih dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan dinamika harga pangan internasional.
> “Pemerintah Kabupaten Lampung Utara sangat mendukung kegiatan ini sebagai wujud nyata pembangunan berbasis sektor pertanian. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan-lahan tidur dapat diubah menjadi aset produktif yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati juga mendorong penguatan kemitraan antara petani atau pengelola lahan dengan lembaga pemerintah dan BUMN seperti Perum Bulog. Kemitraan ini penting untuk memastikan bahwa hasil panen dapat diserap secara maksimal dan turut menstabilkan harga jagung di tingkat konsumen dan produsen.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Perum Bulog Cabang Kotabumi, unsur Perhutani, perwakilan TNI AU, serta sejumlah tokoh masyarakat dan lembaga pendidikan pesantren.
Perwakilan dari Perum Bulog menyampaikan komitmen institusinya dalam mendukung penyerapan hasil panen petani, termasuk jagung, sebagai langkah menjaga ketersediaan dan distribusi pangan nasional.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis oleh para tamu undangan, serta peninjauan langsung ke lokasi lahan pertanian. Bupati bersama rombongan juga melakukan dialog dengan para pengelola lahan guna menggali potensi dan mengidentifikasi kendala teknis di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Penanaman jagung serentak ini juga menjadi contoh praktik baik dalam pemanfaatan lahan pesantren sebagai pusat kemandirian pangan berbasis komunitas.(Red)







