MERANGIN – Keluhan keras datang dari warga sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin. Kondisi TPA yang diduga dibiarkan tanpa penanganan serius kini menuai protes masyarakat lantaran tumpukan sampah disebut telah menghalangi aktivitas warga, bahkan menutup akses jalan utama menuju kebun milik masyarakat.
Warga menuding adanya dugaan pembiaran dalam pengelolaan sampah di lokasi tersebut. Sampah dari berbagai wilayah di Kabupaten Merangin dilaporkan terus ditumpuk tanpa perapian menggunakan alat berat, hingga meluber ke badan jalan dan menghambat pengguna jalan, terutama para petani kelapa sawit yang hendak mengangkut hasil panennya.
“Puluhan tahun kami hidup berdampingan dengan persoalan sampah ini. Sekarang buah sawit kami yang sudah dipanen tidak bisa keluar karena jalan ditutup tumpukan sampah. Baunya menyengat, lalat di mana-mana, sekarang jalan pun ikut ditutup,” ungkap salah seorang warga kepada media ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan lokasi TPA tersebut memang berdekatan dengan pemukiman warga dan jalur utama menuju sejumlah kebun masyarakat. Namun ironisnya, jalan yang seharusnya menjadi akses ekonomi warga justru dipenuhi tumpukan sampah dalam jumlah besar.
Keluhan serupa disampaikan warga lain yang memiliki kebun sawit di kawasan tersebut. Mereka meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Merangin serta Bupati Merangin untuk tidak hanya menerima laporan di balik meja, tetapi turun langsung melakukan pengecekan ke lapangan.
“Kami mohon DLH dan Bupati turun lihat sendiri penderitaan masyarakat. Selain bau busuk dan serbuan lalat yang mengganggu kesehatan, sekarang sampah malah ditumpuk di jalan. Alat berat ada di lokasi, tapi katanya tidak jalan karena alasan tidak ada minyak. Kalau begini terus, kami mau lewat bagaimana? Mau angkut hasil kebun lewat mana?” keluh warga.
Menurut sumber masyarakat, permasalahan pengelolaan TPA Langling sebenarnya bukan persoalan baru. TPA tersebut disebut telah beroperasi sejak tahun 1997, namun kondisi pengelolaannya diklaim mulai memburuk sejak tahun 2010 ke atas.
Warga juga mempertanyakan kebijakan pihak pengelola yang diduga membuang sampah hingga ke badan jalan. Mereka menilai tindakan tersebut sangat tidak masuk akal dan menunjukkan lemahnya pengelolaan fasilitas publik yang seharusnya ditangani secara profesional.
“Ini jalan umum, legalitasnya jalan Pemda. Dulu hanya jalan setapak, lalu dibangun menjadi jalan besar. Walaupun arah jalan menuju kebun, tetap itu akses masyarakat. Kenapa sampah malah dibuang di tengah jalan? Ini bukan persoalan kecil,” tegas warga.
Selain berdampak pada aktivitas ekonomi petani, masyarakat juga mengaku khawatir terhadap ancaman kesehatan lingkungan. Aroma menyengat, serangan lalat, serta tumpukan sampah yang semakin tidak terkendali disebut telah menjadi penderitaan harian warga sekitar RT 02, pemukiman dekat TPA Desa Langling.
Masyarakat kini mendesak Bupati Merangin dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Merangin untuk segera mengambil sikap tegas, turun langsung ke lokasi, melakukan penataan menggunakan alat berat, serta menindaklanjuti seluruh keluhan warga sebelum persoalan ini semakin meluas.
Warga juga melontarkan sindiran keras terhadap pihak pengelola atau oknum yang diduga membiarkan kondisi tersebut terjadi, dengan mempertanyakan komitmen pemerintah dalam mengurus persoalan sampah yang kini justru berubah menjadi penghalang aktivitas masyarakat.
“Jangan sampai TPA berubah menjadi simbol kegagalan pengelolaan lingkungan. Jangan tunggu viral atau konflik besar dulu baru bergerak,” pungkas warga. (Ady Lubis)







