MERANGIN – Jembatan gantung di Desa Rancan, Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, menjadi akses vital bagi aktivitas masyarakat. Selain sebagai penghubung antar dusun, jembatan tersebut juga menjadi jalur utama warga menuju pusat Kecamatan Lembah Masurai.
Keberadaan jembatan ini bukan sekadar sarana penyeberangan, tetapi juga bagian penting dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Rancan. Jembatan gantung tersebut memudahkan mobilitas warga, mempercepat waktu tempuh perjalanan, serta meningkatkan keselamatan dan aksesibilitas bagi daerah yang sulit dijangkau.
Namun saat ini, kondisi jembatan yang dapat dilalui kendaraan roda empat tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Lantai jembatan yang terbuat dari kayu banyak yang patah dan rapuh akibat termakan usia. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas.
Salah seorang warga Desa Rancan, Aprianto, mengaku pernah mengalami kecelakaan ringan saat melintasi jembatan tersebut. Menurutnya, papan lantai jembatan tiba-tiba patah hingga menyebabkan dirinya terjatuh dan mengalami luka pada kaki.
“Saya pernah mengalami kecelakaan ringan saat melintas di atas jembatan ini. Tiba-tiba papan lantainya patah dan kaki saya terluka,” ujar Aprianto saat diwawancarai di lokasi.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Merangin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta mengambil langkah perbaikan agar kerusakan jembatan tidak semakin parah dan keselamatan masyarakat tetap terjaga. (Iwan)






