MERANGIN – Grup kesenian Jaranan Temanggung Turonggo Krido Utomo dari Desa Rasau, Kecamatan Renah Pamenang, berhasil mencuri perhatian ratusan penonton saat tampil pada Gebyar Suro 2026 yang diselenggarakan Paguyuban Keluarga Jawa Merangin (PKJM), Minggu (12/7/2026), di Kota Bangko.
Sejak pagi hari, ribuan masyarakat dari berbagai desa dan kecamatan di Kabupaten Merangin memadati kawasan Kota Bangko untuk menyaksikan rangkaian Kirab Budaya Nasional dan pertunjukan seni tradisional yang digelar dalam rangka Gebyar Suro PKJM.
Kirab budaya diawali dari depan Kantor Bupati Merangin dan diikuti sekitar 30 grup kesenian, mulai dari Kuda Lumping, Reog hingga sendratari dari berbagai daerah. Arak-arakan budaya tersebut berjalan menuju kawasan Car Free Day (CFD) di depan Kantor Bupati Merangin lama, tempat para peserta menampilkan atraksi terbaiknya di hadapan tamu undangan dan ratusan masyarakat.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian datang dari grup Jaranan Temanggung Turonggo Krido Utomo asal Desa Rasau. Setelah mengikuti kirab budaya dan menampilkan atraksi di panggung kehormatan di hadapan Bupati Merangin beserta jajaran pejabat daerah, rombongan kembali melanjutkan pertunjukan di kawasan depan Kantor Bappeda Kabupaten Merangin.
Selama kurang lebih 30 menit, para pemain menampilkan atraksi yang energik, kompak, dan sarat nilai seni tradisional. Penampilan tersebut sukses mengundang decak kagum masyarakat. Ratusan penonton tampak memadati lokasi pertunjukan dan menyaksikan setiap atraksi hingga selesai.
Salah seorang penonton, Budiyanto, mengaku sangat terkesan dengan penampilan Turonggo Krido Utomo. Menurutnya, grup kesenian asal Desa Rasau itu mampu menyuguhkan pertunjukan yang menarik dan berbeda.
“Penampilannya sangat bagus dan menghibur. Atraksinya memukau, para pemainnya kompak, sehingga kami betah menyaksikan sampai selesai. Mudah-mudahan kesenian seperti ini terus dilestarikan karena merupakan warisan budaya yang sangat berharga,” ujarnya.
Usai kegiatan, Bupati Merangin M. Syukur mengapresiasi kemeriahan Kirab Budaya Nasional yang digelar PKJM. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan zaman dan teknologi, masyarakat tidak boleh melupakan akar budaya dan identitas daerah.
“Budaya dan adat istiadat harus terus kita jaga dan lestarikan. Antusiasme masyarakat pada Gebyar Suro tahun ini membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya masih sangat tinggi. Kondisi seperti ini harus terus dipertahankan agar kita tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman budaya,” ujar Bupati.
Bupati juga berharap generasi muda semakin mencintai budaya daerah dan ikut berperan dalam melestarikan seni tradisional agar tidak tergerus oleh perkembangan budaya luar.
Gebyar Suro PKJM 2026 menjadi bukti bahwa seni dan budaya tradisional masih mendapat tempat di hati masyarakat. Selain menjadi hiburan bagi warga, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan semangat melestarikan warisan budaya bagi generasi penerus di Kabupaten Merangin. (Ady Lubis)






