MERANGIN – Seorang ibu rumah tangga bernama Eka Pitri Yanti, warga Desa Sungai Pinang, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, melaporkan seorang perempuan bernama Nadia Zahla ke Polres Merangin atas dugaan pengancaman dan perusakan rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini di lapangan pada Selasa, 10 Februari 2026, Eka Pitri Yanti mengaku tidak terima atas tindakan Nadia Zahla yang disebut-sebut sebagai selingkuhan dari suaminya.
Kepada media ini, Eka menjelaskan bahwa dirinya datang ke Polres Merangin untuk membuat pengaduan resmi.
“Hari ini saya akan membuat pengaduan di Polres Merangin terkait adanya pengancaman yang dilakukan oleh Nadia, yang tak lain adalah selingkuhan dari suami saya,” ujar Eka.
Menurut keterangan Eka, peristiwa tersebut bermula pada 1 Februari 2025, sekitar pukul 03.00 WIB, ketika Nadia Zahla mendatangi rumahnya yang berada di kawasan BTN Zahdan, Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan.
Eka menuturkan, saat itu Nadia diduga membawa besi panjang dan langsung melakukan tindakan perusakan.
“Dia datang membawa besi panjang, lalu menghancurkan jendela rumah saya. Dia meminta saya keluar rumah, tapi saya tidak mau,” ungkapnya.
Setelah merusak jendela, Nadia kemudian pergi meninggalkan lokasi setelah dijemput oleh seorang laki-laki.
Akibat kejadian tersebut, Eka mengalami kerugian materiil karena jendela rumahnya rusak. Namun yang lebih berat, Eka mengaku mengalami tekanan psikologis karena Nadia disebut terus mendatangi dan mengintimidasi dirinya.
“Dia sering menghampiri saya, memaki, mengajak berkelahi. Dia bilang ‘Keluar sini anjing, kau keluar sini,’” kata Eka menirukan ucapan terlapor.
Eka mengaku hingga kini masih merasa trauma dan tidak tenang saat berada di luar rumah.
“Saya merasa terancam, trauma, keluar rumah tidak tenang. Saya minta pihak kepolisian mengusut tuntas laporan ini,” tegasnya.
Ia berharap Polres Merangin segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses Nadia Zahla sesuai hukum yang berlaku apabila terbukti bersalah.
“Aneh, sudah merebut suami saya, malah dia yang lebih galak. Saya sudah cukup sabar, tapi sekarang kesabaran saya habis. Saya punya bukti-bukti semua,” pungkas Eka.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Polres Merangin belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.(Ady)







