MERANGIN — Persoalan nafkah anak antara Sonia dan mantan suaminya, Wendy, kini menjadi perhatian publik setelah konflik keduanya memanas dan direncanakan akan dimediasi dengan menumpang tempat di Polres Merangin.
Kepada media ini, Sonia menjelaskan bahwa dirinya dan Wendy dahulu menikah secara sah menurut agama dan dikaruniai dua orang anak. Namun setelah berpisah dan Wendy menikah lagi, Sonia mengaku harus membesarkan serta memenuhi kebutuhan anak-anak seorang diri.
Menurut Sonia, hingga saat ini nafkah anak dari mantan suaminya dinilai tidak terpenuhi dengan baik dan tidak diberikan secara rutin. Ia menyebut bantuan yang diberikan Wendy sering kali tidak mencukupi kebutuhan anak-anak yang saat ini masih berada dalam asuhannya.
“Saya hanya meminta tanggung jawab untuk anak-anak, karena sampai sekarang anak-anak masih saya yang memelihara,” ujar Sonia.
Ia menuturkan, pemberian nafkah dari Wendy selama ini tidak menentu. Bahkan terkadang hanya diberikan dalam jumlah kecil dan dalam waktu yang tidak rutin.
“Kadang hanya Rp200 ribu dan tidak rutin. Terakhir waktu Lebaran ada kirim Rp1 juta melalui orang lain,” katanya.
Sonia juga mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat ada pembicaraan terkait perjanjian pemberian nafkah dan biaya sekolah anak-anak. Namun rencana tersebut batal terlaksana.
Selain persoalan nafkah anak, Sonia mengaku tidak terima atas pernyataan Wendy yang menyebut dirinya sebagai “bidan ilegal”. Menurutnya, tudingan tersebut telah mencemarkan nama baik dan profesinya sebagai tenaga kesehatan.
“Saya mendapat kabar dari kawan-kawan saya terkait pernyataan mantan suami saya yang mengatakan profesi saya bidan ilegal. Tentu saya tidak terima, karena saya memiliki legalitas yang jelas dan ijazah kebidanan resmi,” tegas Sonia.
Meski demikian, Sonia menegaskan dirinya masih mengedepankan upaya damai dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui jalur mediasi apabila ditemukan jalan tengah bagi kedua belah pihak.
Konflik yang terjadi saat ini diketahui masih dalam proses penyelesaian dan direncanakan akan dilakukan mediasi dengan menumpang tempat di Polres Merangin guna mencari solusi terbaik terkait nafkah anak maupun persoalan lainnya.
“Saya maunya damai, yang penting ada kejelasan nafkah untuk anak-anak ke depannya,” tutup Sonia. (Ady Lubis)







