MERANGIN– Upaya memperjuangkan masa depan anak-anak petani kelapa sawit terus didorong oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merangin, Ahmad Fahmi, S.H., M.H.
Pada Kamis, 23 April 2026, Ahmad Fahmi menggelar pertemuan strategis bersama Ketua APKASINDO Provinsi Jambi, Iwan Kasriwandi, serta pihak kampus Politeknik Jambi.
Pertemuan tersebut membahas langkah konkret dalam membuka akses pendidikan bagi anak-anak petani sawit melalui program beasiswa yang bersumber dari dana sawit.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat dan penuh komitmen tersebut, berbagai poin penting mengemuka, terutama terkait peluang besar generasi muda dari keluarga petani sawit untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi tanpa terkendala biaya.
Ahmad Fahmi menegaskan bahwa perjuangan ini bukan sekadar wacana, melainkan langkah nyata untuk memastikan keadilan pendidikan bagi masyarakat akar rumput, khususnya para petani sawit yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
“Alhamdulillah kegiatan hari ini, Kamis (23/04/2026), bersama Ketua APKASINDO Provinsi Jambi, kami berkoordinasi dengan kampus Politeknik Jambi untuk memperjuangkan beasiswa di kampus tersebut,” tegas Ahmad Fahmi.
Ia juga menambahkan bahwa dana sawit yang selama ini ada harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para petani, termasuk dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.
Menurutnya, anak-anak petani sawit memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing, asalkan diberikan kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan tinggi.
“Ini adalah bentuk keberpihakan kita kepada petani. Jangan sampai dana sawit hanya berputar tanpa menyentuh langsung masa depan anak-anak mereka. Kita ingin ada kesinambungan, dari kebun ke pendidikan, dari petani ke generasi yang lebih maju,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua APKASINDO Provinsi Jambi, Iwan Kasriwandi, menyambut baik langkah kolaboratif ini. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, organisasi petani, dan dunia pendidikan merupakan kunci dalam menciptakan perubahan nyata bagi kesejahteraan petani sawit.
Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dari program konkret yang dapat segera direalisasikan, sehingga anak-anak petani sawit di Kabupaten Merangin dan Provinsi Jambi pada umumnya dapat menikmati akses pendidikan yang lebih luas dan berkeadilan.
Dengan adanya dorongan kuat dari berbagai pihak, perjuangan menghadirkan beasiswa berbasis dana sawit kini bukan lagi sekadar harapan, melainkan mulai menunjukkan arah yang jelas menuju realisasi. (Ady Lubis)







