MERANGIN — Puluhan warga Suku Anak Dalam (SAD) dari sejumlah wilayah di Kabupaten Merangin mendatangi Kantor Bupati Merangin, Kamis (21/5/2026), guna menagih janji bantuan yang sebelumnya disampaikan Bupati Merangin kepada para Tumenggung SAD.
Terpantau, warga SAD yang datang terdiri dari laki-laki dan perempuan dari beberapa wilayah seperti Mentawak 1, Mentawak 2, Sungai Ulak, Koto Rayo hingga kawasan SPE. Kedatangan mereka sempat membuat suasana di halaman Kantor Bupati Merangin memanas. Massa terlihat berkumpul sambil berorasi dan menyampaikan tuntutan agar pemerintah daerah segera merealisasikan bantuan yang pernah dijanjikan.
Aksi tersebut dipimpin oleh sejumlah Tumenggung dari beberapa kelompok SAD. Salah satu Tumenggung yang turut hadir, Tumenggung Jamal dari Desa Koto Rayo, menyebutkan bahwa kedatangan mereka bukan untuk membuat kerusuhan, melainkan untuk meminta kejelasan atas komitmen bantuan yang pernah disampaikan Bupati Merangin.
Menurut Jamal, pada Maret 2026 lalu, Bupati Merangin HM Syukur SH MH sempat mengundang delapan Tumenggung SAD ke rumah dinas bupati guna melakukan mediasi dan pembahasan terkait bantuan yang dijanjikan untuk menunjang kehidupan masyarakat SAD agar lebih baik ke depannya.
Namun hingga kini, kata Jamal, bantuan yang direalisasikan baru diberikan kepada satu Tumenggung saja, yakni bantuan keramba ikan di wilayah Dam Betuk, Desa Tambang Baru. Sementara tujuh Tumenggung lainnya belum menerima bantuan serupa maupun bentuk bantuan lain yang sebelumnya dijanjikan.
Kondisi tersebut menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan para Tumenggung dan masyarakat SAD yang merasa belum mendapatkan perhatian yang sama.
“Kami datang ke sini bukan untuk mencari kerusuhan. Kami hanya ingin menuntut hak kami sesuai janji Bupati. Waktu pertemuan bulan Maret lalu, delapan Tumenggung dijanjikan akan dibantu secara merata. Tapi sampai hari ini yang dibantu baru satu Tumenggung. Tujuh Tumenggung lainnya masih menunggu realisasi janji tersebut,” ujar Tumenggung Jamal.
Ia menegaskan, kebutuhan bantuan masing-masing Tumenggung berbeda-beda sesuai kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat SAD. Namun yang diharapkan adalah adanya pemerataan bantuan serta realisasi janji dari pemerintah daerah.
Terpantau dalam aksi tersebut, sejumlah personel kepolisian dari Polres Merangin turut berjaga dan melakukan pengamanan di sekitar Kantor Bupati Merangin. Aparat terlihat berupaya mendinginkan suasana dan mengawal jalannya aksi agar tetap berlangsung aman serta kondusif.
Setelah dilakukan pendekatan persuasif oleh pihak kepolisian dan situasi mulai terkendali, massa aksi dari warga Suku Anak Dalam akhirnya membubarkan diri secara tertib. Meski sempat diwarnai suasana memanas akibat orasi yang disampaikan para pendemo, aksi tersebut berakhir tanpa adanya bentrokan.
Masyarakat SAD berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti tuntutan para Tumenggung agar bantuan yang pernah dijanjikan dapat direalisasikan secara adil dan merata demi meningkatkan kesejahteraan komunitas Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin. (Ady Lubis)






