Merangin – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) kembali marak di Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas, Kabupaten Merangin. Pantauan di lapangan pada Kamis (21/8/2025) menunjukkan puluhan set dompeng rakit beroperasi di kawasan Dam Betuk, yang juga dikenal sebagai salah satu destinasi wisata masyarakat.
Aktivitas tersebut menimbulkan keresahan warga. Selain mencemari lingkungan, keberadaan dompeng rakit juga merusak kualitas air yang kini tampak keruh dan tak layak lagi digunakan. Ironisnya, di sekitar lokasi terdapat keramba ikan milik warga yang ikut terdampak.
Seorang warga menyebutkan bahwa aparat kepolisian dari Polres Merangin pernah melakukan penertiban sekitar tiga tahun lalu. Namun, kegiatan serupa kini kembali marak. Warga menduga ada pihak-pihak tertentu yang membekingi para pelaku PETI sehingga dapat beroperasi tanpa hambatan.
“Kami khawatir kalau dibiarkan, bencana banjir dan longsor bisa mengancam desa-desa sekitar. Air saja sudah sangat keruh sekarang,” ungkap warga setempat.
Hingga berita ini diturunkan, aktivitas PETI masih berlangsung di Dam Betuk. Warga berharap aparat kepolisian bertindak tegas sebelum dampaknya semakin parah.
Masyarakat pun mendesak Kapolda Jambi untuk segera turun tangan, karena penanganan di tingkat Polsek maupun Polres dinilai sudah tidak lagi efektif.
Maraknya aktivitas PETI di Dam Betuk Desa Tambang Baru menjadi alarm serius bagi penegakan hukum dan upaya perlindungan lingkungan di Kabupaten Merangin.(Irwan)






